Seperti lagu padi - Menanti sebuah jawaban
Dulu aku pernah mencintai seseorang yang bisa disebut S.A
dia orang baik bergaul dengan siapa saja selalu senang,maka dari itu aku suka dengannya,
dan sampai akhirnya saya mengirimkan surat/sms
ke dia yang berisikan' aku suka kamu lebih dari itu aku cinta kamu"
tapi jawaban yang di terima adalah 'GAK!!!!AKU GAK SUKA KAMU"
tapi aku tetap berusaha.........saya masih sering ngirim surat/sms
ke dia tapi gak ada jawabanya tapi aku akan terus menungu terus......
aku itu cinta banget sama dia
saya udah berusaha sebisa mungkin.....
Raihan56sa.blogspot.com adalah usaha saya untuk mendapatkan S.A
Dan Saat ini saya hanya ingin kita aku dan S.A Bersama.......
Senin, 25 Maret 2013
Minggu, 24 Maret 2013
Contoh Perilaku Menyimpang Anak Remaja

Perilaku menyimpang adalah perilaku yang dianggap telah melanggar norma yang ada oleh masyarakat sekitar. Ada 3 macam sudut pandang mengenai perilaku menyimpang. Menurut Paul B. Horton, perilaku menyimpang adalah perilaku yang telah melanggar norma yang telah disepakati dalam masyarakat. Menurut Zander, perilaku menyimpang adalah perilaku yang telah melewati batas toleransi yang telah diberikan oleh masyarakat. Menurut Lawang, perilaku menyimpang adalah perilaku yang sudah melibatkan pihak berwenang untuk menyelesaikannya.
Macam-macam dari perilaku menyimpang adalah individu, kelompok, positif, dan negatif. Perilaku menyimpang yang positif adalah perilaku yang menyimpang namun bisa diterima masyarakat karena memberikan dampak positif bagi sekitar, sedangkan negatif adalah perilaku yang tidak bisa diterima karena hanya memberikan dampak buruk bagi masyarakat. Ada empat bentuk perilaku menyimpang:
- Perilaku menyimpang sebagai tindak kriminal
- Perilaku menyimpang karena mengedarkan/menggunakan barang terlarang/berbahaya
- Perilaku menyimpang karena gaya hidup yang berbeda. Gaya hidup yang berbeda memungkinkan seseorang merasa berbeda dan melakukan perilaku menyimpang
- Perilaku menyimpang karena perilaku seksual yang berbeda. Dengan adanya perilaku seksual yang berbeda, dapat terjadi perilaku menyimpang untuk mengucilkan, mencemooh, dan sebagainya.
Perilaku menyimpang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Perilaku menyimpang harus dapat didefinisikan: Perilaku menyimpang dapat dikatakan menyimpang karena memang sudah dimengerti masyarakat sebagai menyimpang
- Perilaku menyimpang relatif dan mutlak: Perilaku menyimpang ada yang hanya diterima di beberapa tempat (relatif) dan ada yang memang menyimpang (mutlak)
- Perilaku menyimpang dapat diterima dan ditolak: Perilaku menyimpang yang positif dapat diterima, dan negatif ditolak
- Perilaku menyimpang terhadap budaya ideal: Perilaku yang melanggar pemikiran ideal masyarakat, walaupun tidak ada material yang terganggu
- Perilaku menyimpang terhadap norma penghindaran: Perilaku menyimpang yang melanggar norma kecil untuk menghindari sanksi yang lebih berat karena melanggar norma besar
- Bersifat adaptif
Sebab terjadinya perilaku menyimpang:
- Sosialisasi sub-budaya menyimpang: Berteman dengan kelompok masyarakat yang memang sudah menyimpang dan akhirnya ikut melakukan tindakan menyimpang.
- Labelling: Penamaan pada seseorang yang menyebabkan orang tersebut terpaku dengan julukan tersebut sehingga melakukan tindakan menyimpang.
- Secara biologis: Perilaku menyimpang adalah perilaku yang dilakukan seseorang yang pada dasarnya memiliki bentuk tubuh yang dikategorikan sebagai calon orang berperilaku menyimpang (contoh: berdagu tajam).
- Secara psikologis: Perilaku menyimpang karena adanya sifat-sifat terpendam yang menyebabkan orang tersebut berperilaku menyimpang.
- Sosialisasi tidak sempurna: Sosialisasi dimana tidak ada aturan sehingga tidak tahu mana yang benar dan salah. Ada 5 bentuk sosialisasi tidak sempurna:
- Konformitas: Setuju dengan apa yang ingin diwujudkan dan cara untuk mewujudkannya. Pada dasarnya, konformitas bukan merupakan perilaku yang menyimpang.
- Inovasi: Suatu tindakan yang setuju dengan nilai yang ingin diwujudkan namun tidak setuju dengan cara yang dilakukan.
- Ritualisme: Setuju dengan cara yang ada, namun tidak mengerti mengapa melakukan hal tersebut (tidak setuju dengan nilai yang ingin diwujudkan)
- Pemberontakan: Tidak setuju dengan nilai dan norma yang ada, dan segera melakukan perlawanan terhadap situasi tersebut.
- Pengasingan: Tidak setuju dengan nilai dan norma yang ada, tetapi pergi menjauh untuk menghindari permasalahan tersebut.
- Konflik sosial: Konflik yang terjadi antara kaum atas dan bawah. Ada 2 teori penyebab konflik sosial:
- Perilaku menyimpang adalah istilah yang dibuat kelas atas untuk menamai perilaku yang tidak sesuai yang dilakukan kelas bawah.
- Perilaku kelas atas tidak pernah salah/menyimpang, hanya perilaku kelas bawah yang menyimpang.
Langganan:
Postingan (Atom)